(Refleksi Singkat
Perjalanan, Perkembangan Dan Keadaan Asrama Tauboria Menjelang HUT ke-43 di Tahun
2019 )
Oleh : Albert Yatipai
Sejak tahun 1976 hingga kini 2019,
asrama mahasiswa katolik tauboria akan genap berusia 43 tahun, tepatnya di
tanggal 03 april mendatang. Dalam perjalanannya, asrama tauboria telah di
tempati oleh para anak muda papua maupun non papua yang berasal dari berbagai
daerah baik dari pegunungan maupun pesisir dengan latar belakang yang berbeda
dengan tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kota jayapura. Sejak
berdirinya, asrama tauboria telah menciptakan sumber daya manusia yang tidak
kalah saing di bidangnya masing-masing melalui disiplin pembinaan hidup berpola
asrama yang dijalankan.
Setelah otonomi khusus berjalan di
provinsi papua, uskup jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar. OFM pernah menutup asrama
tauboria sepanjang 2006 – 2007, namun atas desakan para alumni, asrama tauboria
kembali di buka atas tanggungjawab alumni (bukan lagi keuskupan jayapura). Hal
ini menjadi penutup dari semua pintu pembinaan (spiritual, intelektual dan
emosional) maupun bantuan (barang dan dana) dari gereja katolik terhadap asrama
tauboria.
Selanjutnya, gedung asrama tauboria di
renovasi (perbaiki) oleh alumni dan di buka kembali penerimaan penghuni baru
pada tahun 2009 hingga berjalan sampai saat ini. Dalam perkembangannya sejak di
buka kembali oleh alumni, terhitung sebanyak 12 orang penghuni telah
menyelesaikan pendidikan tingginya dengan baik dari tempat ini, sehingga jumlah
penghuni yang ada dan sedang melanjutkan pendidikannya saat ini berjumlah 32
mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi kota jayapura.
Sudah 10 tahun (2009-2019) lamanya
berjalan sejak renovasi terakhir, keberadaan asrama sudah sangat memprihatinkan,
semua aset-aset asrama yang pernah ada terus rusak satu persatu. Selain itu
juga kondisi fisik asramapun mulai memburuk, meliputi setiap kamar penghuni
hingga ke ruangan lainnya.
Dengan melihat perkembangan kondisi
asrama seperti halnya diatas, maka apa yang dapat kita lakukan guna
keberlangsungan asrama di masa-masa yang akan datang, terlebih khusus sebagai
tempat persinggahan bagi generasi muda papua ke depan.
Penulis Adalah Penghuni Asrama Tauboria
(Bukit Hening, 02/03/2019)
#Kumis_Kotor