Minggu, 03 Maret 2019

Andaikan, Gedung Tua TAUBORIA Bertanya : “Apa Salah dan Dosa Ku ?”


(Refleksi Singkat Perjalanan, Perkembangan Dan Keadaan Asrama Tauboria Menjelang HUT ke-43 di Tahun 2019 )

Oleh : Albert Yatipai



Sejak tahun 1976 hingga kini 2019, asrama mahasiswa katolik tauboria akan genap berusia 43 tahun, tepatnya di tanggal 03 april mendatang. Dalam perjalanannya, asrama tauboria telah di tempati oleh para anak muda papua maupun non papua yang berasal dari berbagai daerah baik dari pegunungan maupun pesisir dengan latar belakang yang berbeda dengan tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kota jayapura. Sejak berdirinya, asrama tauboria telah menciptakan sumber daya manusia yang tidak kalah saing di bidangnya masing-masing melalui disiplin pembinaan hidup berpola asrama yang dijalankan.


Setelah otonomi khusus berjalan di provinsi papua, uskup jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar. OFM pernah menutup asrama tauboria sepanjang 2006 – 2007, namun atas desakan para alumni, asrama tauboria kembali di buka atas tanggungjawab alumni (bukan lagi keuskupan jayapura). Hal ini menjadi penutup dari semua pintu pembinaan (spiritual, intelektual dan emosional) maupun bantuan (barang dan dana) dari gereja katolik terhadap asrama tauboria.    


Selanjutnya, gedung asrama tauboria di renovasi (perbaiki) oleh alumni dan di buka kembali penerimaan penghuni baru pada tahun 2009 hingga berjalan sampai saat ini. Dalam perkembangannya sejak di buka kembali oleh alumni, terhitung sebanyak 12 orang penghuni telah menyelesaikan pendidikan tingginya dengan baik dari tempat ini, sehingga jumlah penghuni yang ada dan sedang melanjutkan pendidikannya saat ini berjumlah 32 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi kota jayapura.


Sudah 10 tahun (2009-2019) lamanya berjalan sejak renovasi terakhir, keberadaan asrama sudah sangat memprihatinkan, semua aset-aset asrama yang pernah ada terus rusak satu persatu. Selain itu juga kondisi fisik asramapun mulai memburuk, meliputi setiap kamar penghuni hingga ke ruangan lainnya.


Dengan melihat perkembangan kondisi asrama seperti halnya diatas, maka apa yang dapat kita lakukan guna keberlangsungan asrama di masa-masa yang akan datang, terlebih khusus sebagai tempat persinggahan bagi generasi muda papua ke depan.    

  
Penulis Adalah Penghuni Asrama Tauboria



(Bukit Hening, 02/03/2019)
#Kumis_Kotor