Selasa, 11 Juni 2019

Penerimaan Penghuni Baru Asrama Katolik Tauboria Dibuka


“Penerimaan Penghuni Baru Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria Tahun 2019 Resmi Di Buka Tanggal 01 Juni - 31 Juli 2019, Bertempat Di Ruang Perpustakaan Asrama Tauboria, Padang Bulan Abepura Jayapura”


ket : foto bersama penghuni baru 2018 (doc. tauboria)


Demikian disampaikan oleh Ketua Asrama Tauboria, Maryus Bendokbiran kepada media tbrnews 6 juni 2019 di asrama tauboria.


Ia mengatakan, seperti biasanya, bersamaan dengan penerimaan mahasiswa baru di setiap perguruan tinggi kota Jayapura, penerimaan penghuni baru asrama tauboria juga dibuka bagi mahasiswa baru angkatan 2018/2019 demi membantu para mahasiswa dari daerah agar bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak serta pembinaan yang baik.


“ini adalah program rutin badan pengurus, sesuai dengan penerimaan mahasiswa baru juga di kampus-kampus tahun ini”, kata Maryus.


Lebih lanjut Maryus menjelaskan, kuota penghuni baru yang dibutuhkan sebanyak 12 orang mahasiswa baru beragama Kristen, namun lebih diutamakan Orang Asli Papua yang beragama katolik dengan beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh pengurus asrama. Oleh sebab itu, ia mengajak setiap orang tua mahasiswa baru tahun 2019 yang mendaftarkan anaknya kuliah di kota jayapura agar dapat mendaftarkan anaknya pula untuk tinggal di asrama tauboria demi mengembangkan diri sesuai dengan pembinaan ada.


“penghuni yang dibutuhkan tahun ini, 12 orang dan terutama agama katolik, kita berharap orang tua juga mendorong anak untuk tinggal di tauboria, walau tidak ada pembinaan“, jelas Ketua Asrama Tauboria.


Berkaitan dengan itu, Alumni Asrama Tauboria, Silvester Kudiai, ST via telepon selulernya, ketika dihubungi senin malam (12/06), memberikan dukungan terhadap kegiatan penerimaan penghuni baru tersebut. Ia berharap agar penerimaan penghuni baru dapat berjalan dengan baik.
“harapan kami, penerimaan penghuni dapat berjalan dengan baik”, kata dia.


Lebih lanjut menurutnya, keberadaan asrama tauboria sangat layak untuk pembinaan terhadap orang asli papua dari berbagai daerah dan hal itu terbukti telah melahirkan banyak orang-orang hebat di Indonesia, khusunya Provinsi Papua.


asrama tauboria sangat layak untuk proses pembinaan orang papua dan terbukti telah melahirkan orang-orang hebat di papua”, ungkap Dosen USTJ itu via telepon.


Ia juga mengakui keberadaan asrama tauboria sebagai sebuah tempat yang terberkati secara katolik sejak tahun1976 oleh para misionaris, sehingga menurutnya, beruntung bagi mahasiswa yang mau tinggal di asrama tauboria dengan mengikuti beberapa pola pembinaan yang ada, walau asrama tauboria ada di tengah hadirnya beberapa asrama milik Pemerintah masing-masing Kabupaten di Provinsi Papua yang ada di Kota Jayapaura.


“asrama tauboria adalah tempat terberkati, dan sangat rugi bagi mahasiswa baru yang tidak mendaftar untuk masuk asrama tauboria”, jelas Alumni asrama tauboria angkatan 2005 itu.  



Berikut merupakan persyaratan yang harus dibawah oleh calon penghuni baru asrama tauboria yang diwajibkan oleh pengurus asrama tauboria;

1.      Surat Aktif Kuliah Semester Berjalan / Surat Tanda Diterima Dari Perguruan Tinggi
2.      Surat Rekomendasi Dari Pastor Paroki Setempat / Surat Pengantar Dari Orang Tua/Wali
3.      Hasil Pemeriksaan Darah Lengkap Dari Rumah Sakit
4.      Mengambil Formulir Pendaftaran Dan Melengkapi Ketentuan Lainnya Saat Mendaftar 


Tempat Pendaftaran Di Ruang Perpustakaan Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria, Padang Bulan 

Abepura, Jayapura. Jam 08.00 – 17.00 Waktu Papua

Contak Panitia : 0852 4412 2147 | 0822 3982 5285



 (*)
 
 

Minggu, 05 Mei 2019

Gelar Raker, Tauboria Siap Benahi Hidup


“Badan Pengurus Asrama Mahasiswa Tauboria menggelar Rapat Kerja Asrama bersama para penghuni asrama di ruang Perpustakaan Asrama Tauboria Padang Bulan, 05 Mei 2019”



Foto Bersama penghuni Tauboria Usai Rapat Kerja (doc. tauboria)

Jayapura, TBRNEWS - Program Kerja yang dibahas dalam Rapat Kerja Asrama Tauboria itu, bertujuan untuk mengawal kepemimpinan Maryus Bendokbiran dan Evensius Diego sebagai Ketua dan Wakil Ketua Asrama Tauboria Periode 2019-2020 yang baru saja dilantik secara resmi saat Perayaan Puncak Dies Natalis Asrama Tauboria Ke-43 pada 27 April 2019 di Aula Asrama Tauboria belum lama ini.

Usai Rapat Program Kerja di laksungkan, Ketua Asrama Tauboria, mengatakan pihaknya akan lebih focus kepada pembenahan kehidupan di asrama. Ketua menjelaskan, Di dalam asrama yang dimaksud mengenai rutinitas kehidupan asrama dan aturan-aturan yang perlu dijalankan oleh setiap penghuni, sedangkan di luar asrama berkaitan dengan relasi antar asrama, organisasi, dan semua kelompok basis mahasiswa/pemuda serta pihak lainnya.

dalam kepemimpinan ini, kami akan membenahi kehidupan asrama yang selama ini berjalan kurang baik”, kata dia.

Lebih lanjut, Ketua Asrama Tauboria juga mengharapkan kepada seluruh penghuni untuk bersama-sama menjalankan setiap program yang sudah dibahas dalam rapat kerja tersebut. Ia meminta juga agar setiap kordinator dan anggota seksi-seksi di asrama dapat menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya sesuai bidangnya masing-masing, sehingga pembenahan kehidupan asrama itu dapat berjalan dengan baik dan tercapai.

“setiap kordinator harus jalankan tugas dan tanggungjawab untuk lakukan pembenahan asrama kedepan”, imbuh Ketua Asrama Tauboria usai Kegiatan Rapat Kerja.   

Oto Wiliam Amatop, salah satu Penghuni Asrama Tauboria mengatakan dirinya sebagai penghuni sangat sepakat dengan apa yang sudah diputuskan dalam rapat kerja tersebut. Ia juga mengakui, Dengan diadakannya rapat kerja itu, dapat mengarahkan penghuni kepada pembenahan kehidupan asrama itu sendiri ke depannya.

“saya sangat setuju dengan program-program kerja yang di bahas tadi, karna lewat program yang sudah ada, kita dapat benahi asrama sendiri”, jelas Ketua UKM KMK USTJ itu.  

Ketua UKM KMK USTJ ini juga menyambungkan, sebagai bentuk relasi dan kerjasama antar organisasi mahasiswa sesuai dengan program kerja yang ada, pihaknya sepakat untuk mengadakan beberapa kegiatan bersama antara UKM KMK USTJ dan Asrama Tauboria kegiatan yang dimaksud ialah Kegiatan Pelayanan kepada masyarakat.

“sudah ada bayangan untuk kegiatan yang bisa gandeng, seperti pelayanan kasih”, ungkap Amatop.

Menanggapi itu, Senioritas asrama tauboria, yantus elopere, mengatakan sebagai dirinya bersama senioritas lainnya siap mendukung dan membekap semua kegiatan yang akan dijalankan oleh Badan Pengurus Asrama Tauboria dalam bentuk eksternal maupun internal asrama sebagai wujud dari pembenahan asrama yang telah disepakati dalam rapat kerja itu.

“sebagai senioritas, kami siap membekap ade-ade di asrama untuk jalankan program-program kerja yang ada”. kata Yantus.

Disisi lain, Malvin Yobe mendukung niat baik Badan Pengurus Asrama dan penghuni tauboria untuk membenahi kehidupan di asrama, ia juga mengatakan siap mendorong langkah maju dan usaha-usaha yang akan dilaksanakan oleh Badan Pengurus Asrama kedepan.

“ini sangat baik untuk di dorong, saya akan upayakan untuk melobi ke kaka-kaka yang lain untuk bantu donasi dan dukungan buat asrama”. Kata mantan Ketua BEM USTJ ini.

Perlu diketahui juga, pembenahan kehidupan asrama yang di fokuskan oleh Badan Pengurus dan Penghuni Asrama Tauboria ini, hadir berdasarkan pengalaman kehidupan di Asrama Tauboria itu sendiri sebelumnya, baik masalah didalam asrama sendiri maupun masalah yang datang dari luar asrama.  


Pewarta : Yatipai, Albert


Minggu, 03 Maret 2019

Andaikan, Gedung Tua TAUBORIA Bertanya : “Apa Salah dan Dosa Ku ?”


(Refleksi Singkat Perjalanan, Perkembangan Dan Keadaan Asrama Tauboria Menjelang HUT ke-43 di Tahun 2019 )

Oleh : Albert Yatipai



Sejak tahun 1976 hingga kini 2019, asrama mahasiswa katolik tauboria akan genap berusia 43 tahun, tepatnya di tanggal 03 april mendatang. Dalam perjalanannya, asrama tauboria telah di tempati oleh para anak muda papua maupun non papua yang berasal dari berbagai daerah baik dari pegunungan maupun pesisir dengan latar belakang yang berbeda dengan tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kota jayapura. Sejak berdirinya, asrama tauboria telah menciptakan sumber daya manusia yang tidak kalah saing di bidangnya masing-masing melalui disiplin pembinaan hidup berpola asrama yang dijalankan.


Setelah otonomi khusus berjalan di provinsi papua, uskup jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar. OFM pernah menutup asrama tauboria sepanjang 2006 – 2007, namun atas desakan para alumni, asrama tauboria kembali di buka atas tanggungjawab alumni (bukan lagi keuskupan jayapura). Hal ini menjadi penutup dari semua pintu pembinaan (spiritual, intelektual dan emosional) maupun bantuan (barang dan dana) dari gereja katolik terhadap asrama tauboria.    


Selanjutnya, gedung asrama tauboria di renovasi (perbaiki) oleh alumni dan di buka kembali penerimaan penghuni baru pada tahun 2009 hingga berjalan sampai saat ini. Dalam perkembangannya sejak di buka kembali oleh alumni, terhitung sebanyak 12 orang penghuni telah menyelesaikan pendidikan tingginya dengan baik dari tempat ini, sehingga jumlah penghuni yang ada dan sedang melanjutkan pendidikannya saat ini berjumlah 32 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi kota jayapura.


Sudah 10 tahun (2009-2019) lamanya berjalan sejak renovasi terakhir, keberadaan asrama sudah sangat memprihatinkan, semua aset-aset asrama yang pernah ada terus rusak satu persatu. Selain itu juga kondisi fisik asramapun mulai memburuk, meliputi setiap kamar penghuni hingga ke ruangan lainnya.


Dengan melihat perkembangan kondisi asrama seperti halnya diatas, maka apa yang dapat kita lakukan guna keberlangsungan asrama di masa-masa yang akan datang, terlebih khusus sebagai tempat persinggahan bagi generasi muda papua ke depan.    

  
Penulis Adalah Penghuni Asrama Tauboria



(Bukit Hening, 02/03/2019)
#Kumis_Kotor